Skip to content

Psikologi Tarumanagara   | psikologi.tarumanagara.ac.id

BLOG Pilihan

INFORMASI PENTING

Mahasiswa dan mahasiswi yang tercinta,

Kembali saya hadir dengan newsletter, meng-update segala kegiatan kita di bulan Maret dan rencana di bulan April.

Pertama, dengan gembira saya ingin mengumumkan pejabat Fakultas per 1 April 2010, yaitu Pak Sandi Kartasasmita sebagai Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ibu Denrich Suryadi sebagai Wakil Dekan bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Ibu Widya Risnawaty sebagai Kepala Program Studi S1, dan Pak Putu Tommy Yudha Sumatera Suyasa sebagai Kepala Program Studi S2.
Read more...Link

Berita Akademik

Visi - Misi - Tujuan Program studi S1 Psikologi Untar
i Program Studi S1:menjadi menjadi program studi yang unggul di bidang pengembangan dan penelitian Psikologi serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat...

Berita

Temu Ilmiah Nasional, SDG Award 2 dan Kongres IPPI HIMPSI
article thumbnaiTemu Ilmiah Nasional 2010, SDG Award 2 dan Kongres IPPI, merupakan sarana bagi akademisi untuk mempresentasikan secara lisan tulisan ilmiah empiris maupun non empiris terutama dalam bidang psikologi...

Artikel

Belajar sambil bermain
article thumbnaiIngatkah kita bagaimana perasaan kita waktu kecil ketika bermain? Betapa bergairahnya waktu kita menemukan sesuatu. Bersemangat untuk belajar mengenali bentuk, warna, suara sambil bermain. Begitulah...
Pendidikan Masih Berjarak dengan Realitas

Jakarta, Kompas - Pendidikan yang berlangsung di sekolah-sekolah masih berjarak dengan realitas kehidupan yang ada di masyarakat. Padahal, pendidikan mestinya menyiapkan anak-anak menjalani kehidupan dan berkarya di masyarakat.
Hal ini diungkapkan Jurgen Zimmer, Presiden dan Pendiri School for Life, serta Helen Morrschel, Koordinator Kepala Sekolah Ciputra Surabaya, dalam Konferensi Guru Indonesia 2007 di Jakarta, Rabu (28/11). Konferensi yang dihadiri sekitar 800 guru itu mengambil tema “Better Community through Better Education” hasil kerja sama Sampoerna Foundation Teacher Institute, Provisi Education, dan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).


Zimmer mengatakan, anak- anak harus diberi peluang untuk mengembangkan diri. Untuk itu, pendidikan konvensional yang terpaku pada kurikulum saja, tanpa mengaitkannya dengan keseharian hidup, perlu diubah.
Pendidikan yang dilaksanakan di School for Life di Jerman dan Thailand, misalnya, mampu menciptakan suasana belajar yang merangsang anak untuk kreatif dan siap menjalani kehidupan. Pembelajaran di kelas diperkaya dengan beragam pusat keunggulan yang mampu membekali siswa untuk bisa meraih peluang dan tantangan kehidupan.
Helen Morrschel menjelaskan, pembelajaran di dalam kelas saja tidak cukup. “Guru harus ciptakan proyek-proyek yang ada dalam realitas kehidupan untuk merangsang anak mau terus belajar,” kata Morrschel.
Giri Suryamatna, Sekretaris Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Depdiknas, mengakui bahwa pendidikan di Indonesia masih dipertanyakan kualitasnya untuk menghasilkan generasi yang mandiri. Salah satu kuncinya antara lain dengan meningkatkan kualitas guru. (ELN)

KOMPAS, Jumat, 30 November 2007
Dari Konferensi Guru
Sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/30/humaniora/4038800.htm

 
[+]
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Auto width resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
  • fresh color
  • hot color
  • natural color
  • dark color